Persiapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional 2013 Kebersihan Jadi ‘Pekerjaan Rumah’ SMP N 4 Purbalingga

Juru Bicara Tim Advokasi Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari Provinsi Jateng Krisna Diarti mengkritik kebersihan SMP N 4 Purbalingga yang masih jauh dari ideal. Namun, lanjut dia, hal ini masih sangat mudah untuk diatasi.   “Jadi saya merasa sedikit lega. Karena secara umum SMP Negeri 4 Purbalingga ini sudah cukup baik,” pujinya saat memberikan pembinaan…

Read More

Pengidap Depresi Makin Mengkhawatirkan

Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM khawatir terhadap banyaknya jumlah pengidap depresi akhir-akhir ini. Sesuai survei yang dilakukan Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ), sekitar 94 persen masyarakat indonesia mengidap depresi dari tingkat ringan hingga yang paling berat.   “Tarmini, Ibunda Indahsari, konon mengalami depresi berat. Tarmini hanyalah satu dari sekian banyak…

Read More

Sri Umiyati, 25 Tahun Mengabdi untuk KB

Tak pernah terpikir oleh Sri Umiyati (50), buah pengabdiannya kepada masyarakat akan diapresiasi pemerintah. Sejak ia dipercaya menjadi kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)  RT di tempatnya lahir di RT 02 RW 08 Desa Cipaku Kecamatan Mrebet tepatnya sejak 1987, ia jalani kerja kemasyarakatan itu dengan penuh iklas. Selayaknya seorang kader dimanapun, peran lainnya selalu mengiringi…

Read More

Penilaian Lomba KB MOP

 Menjadi peserta Keluarga Berencana (KB) dengan cara vasektomi atau yang dikenal dengan MOP (Metode Operasi Pria) ternyata ada kebanggaan tersendiri bagi sebagian warga Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga. Para lelaki yang tergabung dalam Kelompok Prio Utomo ‘Pria Utama’ itu  merasa sadar dan mengambil peran untuk aktif ber-KB. Mereka tak egois, hanya menyerahkan soal ber-KB kepada…

Read More

Miskin dan Banyak Anak, Petugas KB Harus Ikut Tanggung Jawab

Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi sangat prihatin jika menemui warga miskin dengan banyak anak. Menurutnya, petugas Keluarga Berencana (KB) harus bekerja lebih keras, karena membiarkan warga miskin memiliki banyak anak sama saja sengaja meningkatkan jumlah penduduk miskin. “Belum lama saya ke tempat Indahsari di Panusupan yang kisahnya lebih tragis dari Tasripin. Saya prihatin, Indahsari…

Read More